Posts

Yang Katanya Indah dalam Segala Hal

Image
(pic from Pinterest) Setelah sekian lama, aku bertemu denganmu lagi. Sebenarnya, situasinya baik-baik saja. Tapi entah kenapa rasanya semua orang di tempat itu sedang menertawakan diriku saat melihat dirimu tadi? Pikir mereka, mendapat nilai jelek di ujian untuk dua mata pelajaran penting saja sudah mengecewakan. Dan setelahnya, bertemu denganmu pula. Sudah jatuh, ditimpa tangga . Sebenarnya, masalah kita tidak separah itu, menurutmu. Dan sejujurnya, aku juga berpikir demikian. Tapi aku juga tidak bisa menolak bahwa apa yang kau katakan saat itu benar-benar membuatku jatuh. Katakan, apa saja yang telah aku lakukan hingga menyakitimu? Apa yang membuatmu merasa sangat sakit sampai harus menjatuhkanku seperti itu? Bukankah lebih baik kita membicarakan masalah ini baik-baik? Bukankah itu yang dilakukan orang-orang baik sepertimu?  Kontras sekali dengan caramu membawa diri. Orang bilang kau adalah insan yang sangat baik hati, sangat indah, dan sangat mengagumkan. Kasihan sek...

Suasana Hati

Kadang sepi seperti bagian lain Surabaya di malam hari, kadang juga riuh seperti Jakarta dan Bandung di segala waktu. Sebuah grup berjulukan cinta yang tak berbalas isinya orang-orang sakit, para pembawa hati yang aku lihat sudah hancur berkeping-keping. Sayang sekali, aku bagian dari grup ini. Kalau dipikir sebenarnya lucu, Indonesia bagian patah hati kata orang lain.  Kalau mengikuti suasana hati riuh layaknya Jakarta dan Bandung, perut dipenuhi kupu-kupu, dan mata mulai dipenuhi bintang-bintang yang berbinar. Kau memang orang yang begitu indah, begitu baik, sampai-sampai rasanya sangat sakit untuk menyukai, tidak, mencintaimu. Rambut yang tertata rapi, postur tegap nan tinggi, kedua mata yang sendu, itulah engkau. Langit, tidakkah kau berniat meminjamkan bintangmu yang ini untukku?  Kalau mengikuti suasana hati yang sepi seperti bagian lain Surabaya di malam hari, aku adalah jarum di tumpukan jerami, yang kemudian berkarat. Sejujurnya tidak terlalu menyakitiku, menyukaimu s...

Dia, Mereka, dan 100 mukanya

Image
Biar aku beritahu sesuatu, sebenarnya naif itu tidak apa-apa. Dengan begitu, yang kau lihat pertama kali dalam seseorang adalah baiknya. Segala hal baiknya yang sampai membuatmu terlena untuk melihatnya seperti itu. Lama, kau menjadi orang bodoh. Saking bodohnya sampai tak menyadari bahwa dia-dia sedang memakai topeng, yang entah berapa lapis sudah ia kenakan.  Tidak apa, aku pernah di posisi itu, sebagai korban tentunya. Naif, maklum, baru pertama kali jadi remaja saat itu. Remaja yang sangat menginginkan banyak teman, tanpa mengetahui jikalau mencari teman juga harus dipilah baik buruknya. Bodoh, maklum, baru mendapat pengalaman pertama jadi remaja. Awalnya kupikir itu naturalnya manusia, jelas ada baik buruknya. Namun, semakin dibiarkan, semakin naik pula kadar keburukan mereka. Aku memanggil mereka "Muka 100", khusus untuk tiap orang tersebut.  Memang kita semua memiliki 100 muka demi menjaga citra, tapi ada baiknya kita pintar dalam menggunakan tiap muka. Aga...

Perkenalan Drizzleio

 Selamat datang, para pengelana kehidupan Nama saya Drizzleio, panggil saja Zio. Tidak perlu mengetahui identitas asli saya, dikhawatirkan saya menulis hal-hal yang mungkin kurang berkenan bagi kalian dan yang lain. Jejak digital itu mengerikan, dan saya tidak ingin meninggalkan bekas yang buruk.  Kecintaan saya terhadap menulis berawal dari kesusahan saya dalam berbicara. Secara literal, saya sedikit kesusahan dalam merangkai struktur kata, kalimat, dan lain-lain dalam bentuk lisan. Salah tidak bisa dihapus, apa yang terlanjur diucapkan, ya sudah. Selain itu, 6 tahun saya tidak praktik menggunakan bahasa Indonesia. Jadi saya ini hanya sebatas mengerti bahasa tersebut tanpa bisa mempraktikkannya. Aneh, unik. Itu yang membuat saya sedikit kebingungan mengekspresikan isi pikiran saya kepada orang-orang.  Itulah mengapa,  jika menulis, salah kata bahkan huruf masih bisa dihapus. Jika tidak mengetahui suatu makna, bisa dicari. Walau mungkin masih banyak kesalahan dalam m...